The Importance of Identity in Architecture (Indonesia)


Nusantara architecture, also called Indonesian architecture, is architecture that is designed by considering aspects such as cultures, beliefs, social, and environment in Indonesia. Nusantara architecture is not limited to traditional and vernacular versions of Indonesian architecture. Modern Indonesian architecture is also considered as nusantara architecture as long as it still considers those aspects within the design. Nusantara architecture is important because it becomes the physical proof of Indonesia’s identity and differentiates it from other countries’ architecture. Identity becomes important in architecture because the development of universal design that emphasize equity in architecture. This doesn’t mean architecture everywhere will be the same, instead architects are challenged to implements the equity while still having identity in the design.

maxresdefault

Within the past few decades, Indonesian architecture has changed considerably. From traditional architecture, to colonial architecture (most of it was because of the Netherland’s influence), to post Indonesian independence architecture until it becomes Indonesian architecture now. There are many misinterpretations regarding merging cultures and beliefs aspects into architecture in architecture nowadays. We do not just merge a traditional roof to a modern building without any alterations. This can result in unsuitable facade and inefficient overall design. There is also architecture that implements social and environment aspects blindly. For instance, we cannot simply make a building’s facade from glass when the design is for a building in tropical climate because this can cause severe discomfort for user and energy usage inefficiency. Architecture education is the key to lower the probability for these complications from happening.

In Indonesia’s architecture education generally, consideration of these aspects is taught and supported within the curriculums. The main problem is the lacking implementations in student’s designs (mainly happens in bachelor degree students). The reasons of this case are vary, from lacking the spirit to study, lacking of exercise in implementing these aspects into architecture to difficulties in understanding what lecturers are saying. Reasons kept aside, architecture education need to emphasize the importance to implement nusantara architecture into the students’ designs. This is crucial because architecture students are future architects; we do not want future architects roaming around with architecture designs that lack in identity.

Identity is important because it is a thing that is sought after as long as humans are alive. This is also applied to a building. When the building is designed for Americans, the building’s basic identity will goes to American Architecture. Visually, the building will please the viewers. But when it comes to users, it is a different story. Indonesian won’t be comfortable while using this building because it follows American’s standard. American’s staircase height (20 cm) won’t be comfortable for Indonesian who usually has staircase height about 17-18 cm.

Usually, students fail to understand that for a design to have identity as Indonesian architecture, we also need to understand the essence or the main concept of cultures, social, beliefs, and environment in Indonesia. We need to understand the culture of Indonesia’s traditional housings to implement the concept into our design. For instance, implementation of micro cosmos and macro cosmos in traditional architecture can also be seen in modern houses. Usually, Indonesia’s modern houses still has wide porches that connects user to the environment (macro cosmos) and inside the house itself (micro cosmos). There are many more concepts that can be merged into our designs. As architecture students and future architects, we need to know and implement Indonesia’s cultural, belief, social, and environment aspects into our designs to emphasize our identity because without an identity, the architecture will only be a building without meaning and uniformity that’s not pleasing to the eyes anymore.

Iklan

Frei Otto, Arsitektur Ringan Inspirasi Alam


stringioFrei Otto adalah arsitek Jerman yang banyak melakukan inovasi di bidang struktur ringan dan struktur tenda, hal yang jarang ada pada tahun 1960an. Bermula dari pengalaman beliau saat perang dunia II dimana beliau harus membuat shelter-shelter dengan material yang terbatas dan material utama bahan tenda.

Banyak orang mengatakan bahwa Frei Paul Otto adalah seorang arsitek, insinyur, ilmuwan, dan guru. Bukan berbagai peran tersebut yang membentuk semua pemikiran beliau yang out of the box, tapi pemikiran beliaulah yang membuat beliau bisa berada di posisi-posisi tersebut.

Kenapa Frei Otto?

“Why should we build very large spaces when they are not necessary? We can build houses which are two or three kilometres high and we can design halls spanning several kilometres and covering a whole city but we have to ask what does it really make? What does society really need?”-Frei Otto

“Mengapa kita membangun ruang-ruang yang sangat luas jika mereka tidak penting? Kita bisa membangun rumah-rumah yang tingginya mencapai 2-3 km, kita bisa mendesain aula-aula yang mencapai bentang beberapa kilometer dan dapat menutupi sebuah kota, tetapi kita harus bertanya untuk apa hal itu sebenarnya? Apa yang orang-orang benar-benar butuhkan?”-Frei Otto

Alasan utama saya memilih Frei Otto setelah melakukan research adalah pemikiran beliau tadi. Selama ini, saya selalu berpikir bahwa bangunan yang dirancang oleh arsitek harus selalu permanen dan long lasting, maka dari itu harus mempunyai konstruksi yang permanen. Frei Otto mengajarkan kepada saya bahwa long lasting bukan berarti berapa lama bangunan tersebut dapat berdiri, tapi berapa lama kesan dari bangunan tersebut akan diingat orang walaupun pada akhirnya bangunan tersebut sengaja didesain untuk penggunaan sementara.

Sebagian besar karya-karya Frei Otto adalah bangunan dengan struktur ringan dan struktur tenda. Pemasangan dan pembongkaran kembalinya pun terbilang mudah. Material yang diperlukan juga tidak sebanyak material jika membangun menggunakan beton. Dari karya-karya yang seperti ini, terlihat bahwa Frei Otto berusaha membuat bangunan yang benar-benar diperlukan dan meminimalisir kerusakan lingkungan yang ditimbulkan. Disinilah seorang arsitek diuji, apakah seorang arsitek benar-benar ingin membuat bangunan untuk masyarakat atau untuk diingat oleh masyarakat. Karya-karya beliau selalu merupan respon dari arsitektur dengan strutur berat dan perkataan bahwa arsitektur merusak lingkungan. Hal ini yang membuat saya tertarik dengan pemikiran beliau.

Frei Otto’s Design Thinking

Frei Otto selalu mencoba berfikir secara tiga dimensi, jadi semuanya adalah objek dalam ruang, bukan dua dimensi. Hal ini terlihat dari karya-karyanya yang selalu dinamis. Lebih mudah untuk memodelkan karyanya di sofware tiga dimensi dari pada hanya melihat gambar tampaknya saja. Kebanyakan bangunannya menggunakan prinsip-prinsip atau cara kerja tenda dan payung, atau gridshell dan pneumatic structure. Dengan menggunakan prinsip-prinsip ini juga beliau menggunakan material dengan efisien sehingga bangunan-bangunan yang didesain lebih sustainable.

Secara garis besar, Frei Otto menerapkan hal yang dipercayainya baik secara sadar maupun tidak pada setiap proses desain yang dilalui. Karena beliau berprinsip bahwa arsitektur harus memiliki dampak seminimal mungkin pada lingkungan, maka beliau berusaha menerapkan sesuatu yang ramah lingkungan pada desainnya. Beliau berfokus pada struktur dengan penggunaan material yang efisien karena beliau juga seorang insinyur.

Didirikannya kelompok penelitian biologi dan bangunan di Universitas Teknik Berlin menjadi awal dari kerjasama Frei Otto dengan arsitek, insinyur, dan ahli biologi. Mereka mengaplikasikan pengetahuan mereka tentang tenda, grid shell, dan struktur ringan lainnya untuk lebih mengerti desain biologis struktur dan bentuk.

Frei Otto adalah seorang pionir dalam penggunaan struktur ringan, dan struktur tenda secara modern. Beliau tertarik dengan struktur ini karena ekonomis dan lebih ramah lingkungan. Untuk karya-karyanya, beliau terinspirasi dari gelembung sabun. Beliau banyak melakukan ekperimen untuk struktur tenda menggunakan gelembung sabun dan model fisik tiga dimensi. Frei Otto juga tertarik dengan struktur jaring laba-laba.  Struktur dari karya beliau terinspirasi dari bentuk di alam. Beliau melakukan penelitian di laboratorium untuk membuktikan kekuatan-kekuatan struktur agar bisa digunakan untuk berbagai fungsi. Salah satu karya beliau yang menggunakan eksperimen gelembung sabun dalam proses desainnya adalah Hall untuk International Garden Exhibition di Hamburg, Jerman.

Karya Frei Otto yang paling terkenal adalah Munich Olympic Stadium (foto pertama) yang beliau rancang bersama Gunter Behnisc. Atap yang menutupi stadium tersebut terbuat dari stuktur ringan dan struktur tenda. Jika dilihat dari atas menyerupai gumpalan awan yang menaungi stadium. Atap Munich Olympic Stadium dibuat sedinamis mungkin untuk memberikan kesan ceria dan sportif pada stadium, sesuai dengan tema stadium olahraga.

 tumblr_lbzbah3anH1qet5oeo1_1280

Gambar 1. Struktur membran menggunakan gelembung sabun. ©meinhardtgroup.com

 7

Gambar 2. Hall at the International Garden Exhibition, 1963, Hamburg, Germany © Atelier Frei Otto Warmbronn

3

Gambar 3. Dance Pavilion at the Federal Garden Exhibition, 1957, Cologne, Germany © Atelier Frei Otto Warmbronn

©Salsabila Ahmadi15213026

The Power of Habit : Why We Do What We Do in Life and Business by Charles Duhigg


Resume The Power of Habit : Why We Do What We Do in Life and Business by Charles Duhigg

KEBIASAAN INDIVIDUAL

The Habit Loop (Siklus Kebiasaan)

  1. Bagaimana Kebiasaan Bekerja

Kebiasaan dapat terbentuk karena otak makhluk hidup mampu menyimpan memori. Otak dapat dibagi ke dalam beberapa lapisan-seperti bawang. Lapisan terluar mampu memroses informasi baru yang masih sulit dimengerti. Lapisan luar otak dapat dikatakan adalah lapisan yang menyimpan sesuatu yang baru dan lapisan luar otak juga lapisan yang paling muda dari seluruh bagian otak. Lapisan dalam otak adalah lapisan yang lebih tua-yang berkembang pertama kali saat bayi dalam kandungan. Lapisan ini tidak dapat memroses informasi baru dengan baik, namun Lapisan ini dapat menyimpannya dalam bentuk pola. Jadi, saat kita menerima informasi baru, cara mengendarai mobil misalnya, otak bagian dalam akan menyimpannya sebagai pola. Saat kita belajar mengendarai mobil dan terus berlatih, maka cara mengendarai mobil yang kita ulang berkali-kali akan disimpan polanya oleh otak bagian dalam tersebut atau lebih spesifiknya lagi bagian otak itu adalah basal ganglia. Karena telah disimpan, maka lama kelamaan otak yang semula beraktifitas tinggi saat belajar mobil, akan mengurangi aktifitasnya saat kita mengendarai mobil karena pola yang sudah diterima ini. Inilah yang disebut pola kebiasaan, bagaimana cara kebiasaan bekerja. Namun, tersimpannya pola, bukan berarti otak akan terus-menerus mengikuti pola tanpa melihat apakah ada bahaya atau tidak. Karena itu, walaupun kita menyetir mobil di jalan yang sama berkali-kali, tetap ada awareness dari kita karena kendaraan yang lewat disana pasti juga berbeda-beda tiap harinya. Awareness inilah yang menyebabkan kita terhindar dari kecelakaan mobil. Jika otak kita hanya berpaku pada kebiasaan saat jalan sepi, maka pastilah setelah mahir mengendarai mobil kita akan tetap terkena kecelakaan setiap harinya.

Intinya, kebiasaan yang sudah tersimpan di dalam basal ganglia akan bekerja apabila ada pemicu dan reward setelah melakukan kebiasaan tersebut. Pada saat akan mengendarai mobil, otak akan secara otomatis mememrintahkan kaki untuk menginjak rem terlebih dahulu sebelum menghidupkan mesin. Kebiasaan ini secara tidak kita sadari akan muncul ke permukaan ketika kita berpikir ‘akan mengendarai mobil’. Pemikiran inilah yang menjadi pemicu kebiasaan. Sedangkan reward-nya adalah saat kita sampai di tempat tujuan dengan cepat dan selamat.

Kebiasaan memang menguntungkan, namun sayangnya, pola yang disimpan oleh basal ganglia tidak mengenal baik ataupun buruknya. Bisa saja kebiasaan yang disimpan buruk dan untuk menghilangkannya perlu waktu, tekad, dan latihan.

The Craving Brain (Otak yang Mengidam)

  1. Bagaimana Menciptakan Kebiasaan Baru

Salah satu contoh nyata kebiasaan baru yang tercipta adalah menyikat gigi. Hopkins, seorang pengusaha perusahaan periklanan yang sedang naik daun. Banyak produk yang diiklankan Hopkins laku terjual. Saat itu, ada seorang temannya yang menciptakan produk baru- sebuah pasta gigi yang bermerk pepsodent, datang kepadanya dan meminta Hopkins untuk mengiklankan pepsodent. Saat itu Hopkins menolak, karena pasta gigi sebenarnya bukanlah terobosan baru, sudah ada perusahaan-perusahaan pasta gigi sebelum pepsodent yang muncul sebelumnya dan mengiklankan produk pasta gigi juga. Namun, karena menyikat gigi bukan kebiasaan dan masih dianggap tidak perlu, penjualan pasta gigi tidak pernah menguntungkan, semua perusahaan tersebut bangkrut. Atas dasar itulah Hopkins menolak permintaan temannya itu.

Namun, teman Hopkins yang menciptakan pepsodent tidak pantang menyerah dan datang pada Hopkins berkali-kali sampai akhirnya Hopkins menerima permintaannya.

Hopkins menjadi salah satu perusahaan periklanan terbaik pada saat itu karena dia berpikir dengan suatu pola dalam membuat iklan, yaitu menciptakan kebiasaan baru harus ada pemicu dan reward setelah kebiasaan tersebut dijalankan.

Hopkins mencari pemicu apa yang dapat menjadikan sikat gigi suatu kebiasaan di Amerika yang pada saat itu, meskipun tingkat kesehatan gigi masyarakatnya sangat rendah, tetap saja sangat sedikit masyarakat yang mau menggosok gigi. Hopkins mengiklankan pasta giginya dengan berfokus pada lapisan tipis pada gigi-yang pada iklannya dikatakan sebagai lapisan yang membuat gigi terlihat kuning. Dengan menjadikan hal ini sebagai pemicu, Hopkins menawarkan menyikat gigi sebagai kebiasaan dan reward-nya adalah senyum menawan dengan gigi yang putih.

Beberapa minggu setelah iklan Hopkins diluncurkan, permintaan pepsodent dipasaran meningkat pesat. Pepsodent menjadi pasta gigi pertama di Amerika yang mampu menanamkan kebiasaan baru bagi masyarakat melalui promosi dan produknya.

Tanpa Hopkins sadari, ia tidak hanya menggunakan prinsip pemicu dan reward dalam memasarkan pepsodent. Ada satu hal yang paling penting yang diterapkan tanpa Hopkins sadari di sini. Hopkins membuat orang-orang mengidam-craving apa yang diiklankannya. Pepsodent berbeda dengan pasta gigi biasa pada saat itu. Memang ada iklan yang mengatakan pepsodent dapat menghilangkan lapisan penyabab gigi tidak bersih, namun pepsodent juga menggunakan bahan yang memberikan sensasi dingin menyegarkan di mulut setelah menggosok gigi. Sensasi ini lah yang membuat orang-orang yang menggunakannya percaya bahwa pepsodent membuat gigi menjadi bersih, walaupun sebenarnya bukan sesnsasi itu yang menyebabkan gigi menjadi bersih. Pepsodent membuat orang-orang menginginkan sensasi tersebut setelah menggosok gigi. Menggosok gigi tanpa sensasi menyegarkan berarti sama saja seperti tidak menggosok gigi. Inilah yang membuiat orang-orang ingin terus menggosok gigi dengan menggunakan pepsodent.

The Golden Rule of Habit Change (Aturan Emas dalam Mengubah Kebiasaan)

  1. Kenapa Perubahan Terjadi

Kebanyakan kebiasaan tidak dapat dihilangkan begitu saja. Sekalipun kita sudah lama tidak melakukan suatu kebiasaan, ketika pada lingkungan terdapat pemicu yang tepat, maka kebiasaan lama tanpa kita sadari akan muncul kembali ke permukaan. Banyak kebiasaan buruk yang sudah kita lakukan tidak dapat kita hilangkan, salah satu cara efektif menghilangkannya adalah dengan menggantinya dengan kebiasaan baru yang baik. Inilah mengapa perubahan kebiasaan lebih dimungkinkan terjadi daripada penghilangan kebiasaan. Ada satu aturan penting yang dapat menaikkan kemungkinan kebiasaan dapat berubah. Untuk mengubah kebiasaan, gantilah rutinitas yang kita lakukan, sedangkan untuk pemicu dan reward-nya biarkan tetap. Hal ini dapat menjamin perubahan karena pemicu dapat datang kapan pun dan di mana pun, sehingga akan sulit untuk menghilangkannya, sedangkan otak sudah kecanduan dengan reward yang akan di dapat setelahnya sehingga akan sulit juga untuk mengubah reward. Karena itu, ubahlah rutinitas anda jika ingin mengubah kebiasaan buruk anda.

Oleh : Salsabila Ahmadi

Selamat membaca bukunya~

Ini ada link free e-book nya: http://www.goyou.co.vu/uploads/2/5/4/4/25440776/the-power-of-habit.pdf

Pre-Romanesque and Romanesque Architecture (Arsitektur Pra-Romanesk dan Romanesk)


CAROLINGIAN PRE-ROMANESQUE

Charlemagne diangkat menjadi Holy Roman Emperor oleh Paus Leo III di Roma. Pada masa kepemimpinannya, lewat militer dan kekuatan administratif, ia menyatukan sebagian besar wilayah Eropa dan dengan ini muncullah harapan untuk perbaruan peradaban orang-orang Eropa.

charlemagne

     Tiga ratus tahun sebelum Charlemagne, bagian barat dari kekaisaran Romawi telah terpecah-pecah menjadi bagian-bagian dari negara regional dan tribal yang disebabkan oleh gelombang serangan orang-orang Barbar. Antara abad ke 6 dan ke 8, budaya Yunani-Romawi pudar dan menghilang. Di sepanjang pantai Mediterania, perdagangan tidak dapat berjalan karena serangan-serangan yang terjadi. Hal ini menyebabkan ekonomi yang semakin menurun dan berhentinya kehidupan di kota. Bahkan, Roma yang merupakan kota besar dengan populasi awal mencapai satu juta jiwa berkurang drastis menjadi krang dari lima belas ribu jiwa. Yang terjadi adalah terbentuk tempat tinggal yang berbentuk pedesaan. Dang yang menggantikan keantikan tingkat sosial yang dulunya banyak, di awal abad pertengahan, populasi di Eropa didominasi oleh orang miskin, pendeta, dan prajurit.

     Dengan berakirnya kota-kota, kekayaan dan kebudayaan di Romawi, ini berarti sangat banyak bangunan monumental yang berkurang. Bangunan yang dibangun berkisar antara 500-700 buah. Gereja besar dengan lorong masih ada, tetapi yang berhasil bertahan kebanyakan adalah gereja yang kecil, berbentuk seperti kotak yang terbatas dengan satu sampai dua buah ruangan yang belum tentu memiliki proporsi dan struktur yang baik. Walaupun banyak kemunduran yang terjadi, garis kehidupan keantikan Eropa bertahan. Praktek tradisi arsitektur Romawi hilang, namun bangunan-bangunan Romawi yang dibangun dulu tetap berdiri di Eropa. Hal ini merupakan keberadaan fisik, meskipun hanya reruntuhan, yang mengundang pandangan takjub, kekaguman dan tak jarang peniruan.

     Dalam pikiran Charlemagne, gambaran dari ‘kerajaan’ dan ‘kekaisaran’ kembali lagi ke Roma. Badan politik yang dibuat olehnya dari serpihan Eropa barat tidak sama dengan sistem politik Romawi, tetapi sistem itu dianggap sebagai kelahiran kembali dari sistem yang lama sebagai Holy Roman Empire.

     Jika Kekaisaran Romawi dapat lahir kembali, maka begitu juga dengan arsitektur Romawi. Hal ini tidak terjadi secara kebetulan. Charlemagne menetapkan kebijakan resmi yang kuat tentang menghidupkan kembali kebudayaan Romawi yang hilang, khususnya budaya Roma Kristen pada masa Konstantinopel. Bahkan sebelum tahun 800, kampanye untuk menegakkan bangunan yang mirip dikeluarkan oleh Charlemagne. Hasilnya adalah bangunan arsitektur yang merupakan tiruan dari percampuran budaya basilika konstantin dan keantikan ‘orang barbar’serta memiliki stuktur inovatif yang menjanjikan di masa depan. Bangunan ini adalah Kapel Palatine.

kapel palatine

     Kapel Palatine dibangun antara 796-805 di dalam istana Charlemagne menggunakan struktur Carolingian yang unggul. Sebuah kubah, dengan dua lapis dinding, dua lantai segi delapan, kapel tersebut melambangkan arsitektur dengan gaya Early Christian dan Bizantin. Apa yang Charlemagne dan para arsiteknya lakukan pada saat itu adalah membangun kembali S.Vitale, salah satu bangunan antik paling impresif yang sudah tidak ada, dengan menggunakan struktur arsitektur Romawi pada masa Colosseum. Pergabungan arsitektural ini memberikan arah baru terhadap perkembangan arsitektur pada abad pertengahan. Penekanan pada kesatuan yang rasional, perbatasan antar ruang yang jelas, konstruksi modular berantai, dan fragmentasi adalah beberapa dari banyak ciri-ciri arsitektur Romanesque yang paling jelas.

S.Vitale

ROMANESQUE

      Salah satu kontribusi arsitektur Romanesque yang paling tua adalah saat kelahiran kembali Holy Roman Empire. Gaya imperial romanesque yang ini banyak melihat kembali pada karya-karya pada masa kejayaan Charlemagne dan juga mengikuti style arsitektur pada masa Early Christian, Imperial Romawi, bahkan Bizantin. Contoh yang paling mengagumkan adalah katedral Munster di Essen.

     Katedral Munster mengikuti gereja Carolinian Basilika, hanya saja interiornya menggunakan style carolinian dan bizantin yang sudah jauh lebih kompleks. Dinding di lorong-lorongnya yang menggunakan gaya Bizantin, dilubangi dengan bentuk kubah yang berderet-deret. Kubah ini dijadikan galeri, hampir mirip dengan yang ada di Kapel Palatin.

     Di Essen, kita dapat melihat betapa bebasnya desain-desain yang ada, sangat kontras dengan style Bizantin yang menjunjung tinggi kesempurnaan dan juga style arsitektur Charlemagne yang menggunakan syle formal yang kaku.

     Nevers adalah tempat dimana arsitektur bergaya Romanesque pertama kali menggunakan lukisan dan pahatan di dinding-dindingya. Gereja ini adalah St.Etienne. Gereja St.Etienne ini adalah salah satu dari bangunan-bangunan Romanesque yang mengundang paradigma. Bagian dalamnya terdapat kolom-kolom yang didirikan secara berirama, diperkuat oleh diding penopang yang bertolak belakang dengan garis-garis horizontal yang dibentuk di kolomnya.

St.Etienne

     Katedral Durham adalah salah satu contoh bangunan dengan gaya arsiteur Romanesque yang dibangun saat masa peralihan arsitektur Romanesque ke arsitektur Gotik. Durham adalah titik balik dari arsitektur Eropa. Druham menggunakan bingkai-bingkai kubah yang membuktikan betapa krusialnya hal tersebut untuk arsitek antarbenua, yaitu orang Norman dan Prancis, yang memelopori style Gotik.

     Pada abad ke 12 Romanesque Inggris, satu tipe penting dapat ditemui di Inggris barat, desain dari Tewksbury dan Gloucester, di mana dinding bagian atas yang berat dan tertutup didukung oleh arkus-arkus yang diletakkan di atas kolom yang tinggi dan besar. Bentuk raksasa inilah yang membuat mood dari arsitektur Inggris tidak terdefinisi, tapi banyak sekali drama. Keadaan yang diciptakan di sini tentu berbeda dengan model Burgundi dari gereja St.Savin-sur-Gartempe yang menghasilkan suasana yang optimis dan ekperimentalis.

Achitecture Before Greece ( Arsitektur Sebelum Yunani )


Sejarah Arsitektur

 

Chapter One Achitecture Before Greece (Arsitektur Sebelum Yunani)

1.Prasejarah

Hal paling luar biasa dari arsitektur prasejarah adalah seberapa cepatnya arsitektur yang tidak begitu memperhatikan kegunaan berkembang. Contohnya, arsitektur monumental yang pembangunannya memerlukan banyak energi di saat keberlangsungan hidup untuk esok hari bahkan belum pasti pada masa tersebut. Pada dasarnya, ketika arsitektur prasejarah berkembang, peninggalan paling tua dari nenek moyang kita pada zaman batu yang belum menetap adalah gua dengan banyak ruang, tempat perlindungan dari batu, dan susunan tiang-tiang seperti tenda dengan atap dari jerami atau alang-alang yang tidak permanen. Hal ini dikarenakan struktur yang permanen hanya akan menyulitkan manusia zaman batu yang masih nomaden.

2. Neolitikum

Pada zaman neolitikum (zaman batu baru), nenek moyang kita sudah mulai menetap karena sudah mulai mengetahui cara bercocok tanam, berburu dan beternak, membuat pakaian, membuat tembikar, dan menyimpan serta mengawetkan produk secara sederhana. Karena itu, arsitektur dengan sifat yang lebih permanen mulai berkembang walaupun bahan yang digunakan masih bersifat semi-permanen seperti jerami, lumpur, tanah liat, kayu, dll. Salah satu contoh arsitektur pada zaman ini berada di Eropa, dekat bagian timur dari dataran tinggi Anatolian, Ҫatal Hüyük. Tempat ini dikenal sebagai kota terorganisir dengan ekonomi ektensif yang didasari dengan perdagangan, dan situs arsitektural yang lebih maju. Rumah-rumah dan pondasinya dibuat dari batu bata yang terbuat dari lumpur. Bentuknya menyerupai persegi, tingginya satu lantai, dan terbagi ke dalam tempat tinggal dan tersambung dengan gudang. Rumah ini dapat dimasuki melalui cerobong asap yang sekaligus digunakan sebagai pintu. Pergerakan dari rumah ke rumah lainnya juga hanya melalui atap ke atap. Tanpa pintu dan jendela dan terdiri dari struktur kotak-kotak yang terus menerus, rumah-rumah ini tampak seperti diding solid dari luar.

stonehenge-above_24772_600x450

 

Bangunan paling mengagumkan dari masa ini tidak dibuat untuk keperluan sehari-hari, tatepi merupakan monumen. Stonehenge di dataran Salisbury, tak jauh dari Avebury, lebih padu dan paling utuh dari pada monumen neolitikum lainnya serta sudah menarik perhatian dan banyak kontroversi. Stonehenge dibangun dengan bentuk konsentris. Ditengah-tengahnya terdapat altar. Di sekeliling altar, dalam bentuk susunan sepatu kuda,  terdapat trilithon yang masing-masingnya terdiri dari dua buah kolom (post) yang beratnya mencapai 40 ton satu kolomnya dan satu buah kolosal lintel. Setelah trilithon, ada susunan lingkaran dari batu lebih kecil yang diletakkan secara vertikal. Yang terakhir adalah lingkaran terluar yang mencapai diameter sebesar 106 kaki. Lingkaran terluar inilah yang paling monumental karena terdiri dari batu pasir monolit setinggi 13,5 kaki yang dulunya terdapat lintel bersambung di atasnya. Dari bentuk arsitekturalnya, diduga Stonehenge dulunya digunakan oleh penyembah matahari.

Setelah Stonehenge, pada zaman megalitikum (batu besar), arsitektur mesir mulai bangkit. Salah satu yang terbesar adalah pembangunan kuil dewa matahari Amun-Ra. Disini terlihat penggunaan kolom yang terlihat mirip dengan tipe kolom doric pada kuil-kuil di masa keemasan arsitektur Yunani. Setelah itu, arsitektur terus berkembang hingga mencapai masa kejayaan arsitektur Yunani, di mana banyak penggunaan kolom dengan tipe yang lebih beragam.

Sultan Iskandar Muda International Airport


Now, I am waiting for my mom to come back from bandung. Nama bandara ini boleh saja di bilang bandara internasional. Tapi apakah kenyataannya gitu?
Bandara ini tidak terlalu luas dan tidak mempunyai banyak terminal. Tempat pengambilan bagasinya pun tidak banyak. Jadwal penerbangan yang ada pun tidak sebanyak yang ada di bandara internasional lainnya.

Memang, SIM International Airport masih tergolong hijau sebagai bandara internasional. Baru sekitar 4 tahunan kalau tidak salah. Masih banyak yang perlu dikembangkan lagi oleh pemerintah Aceh jika ingin bandara SIM menjadi yang istilah kerennya full-fledged international airport. Hehehe.

Tidak hanya pengembangan bangunan bandara disini yang ku maksud lho. Tapi juga pengembangan ekspor-impor perdagangan, kemampuan dan kerjasama dengan maskapai penerbangan dalam dan luar negeri juga dibutuhkan untuk mengembangkan sebuah bandara internasional. Itu masih pendapat ku aja yang sangat terbatas. Masih banyak yang harus dilakukan oleh pemerintah Aceh. Kita sebagai masyarakat juga harus membantu dong…
Dengan cara mematuhi peraturan bandara saat kita sedang berada di bandara tentunya 🙂

THBT Free Trade Is A Way For World


Aff (+)

Definition:

A way forward here has the purpose to create an economic system where all nations can develop in economic side fairly. Fairly, so that all nations can get the advantages from free trade. We as the affirmative side of the house have two criteria for the reason why actually free trade is a way forward to reach the improvement of economic side especially and other side benefits. First is economic development. And second is the way to improve the relationship with countries.

Image

Arguments:

Free trade for economic development

            Economic development is the most important factor that needs to be improved by doing free trade. How we can actually free trade can develop economic of a country? When government implements free trade, then there will be no taxes to sell stuffs or goods to other countries and vice versa, so these cheaper things can actually make the price inside country reduced too. With this, you can easily sell products with cheap price but still better quality or the same quality as before when you pay taxes for export and import that is more expensive. Countries try to sell this kind of products in many ways, because they don’t want to be left by other countries who can develop their countries in economic side well. Because of this free trade, the countries will compete each other in economic side so economic side of countries will keep on developing. Because when you compete, of course you want to be better from other people, so it’s the same case with the countries in free trade too.

Read More

Solving Crisis of Awareness of Trash by Introducing Trash Tax


THW Introduce Trash Tax

Solving Crisis of Awareness of Trash by Introducing Trash Tax

By: Salsabila Ahmadi

Image

                Trash is a serious problem that must be solved, especially in developing countries. Slogan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) is well known in the developing world, but what about the implementation? It is still not maximal, moreover still at minimum level. In the other side, the first world countries have started to implement trash tax for example Hong Kong, Switzerland, Japan, England and some others. Mean while developing countries such as Indonesia haven’t started yet, but it has problems in trash management. Most of Indonesia society doesn’t understand the 3R slogan. They just litter as they like, into the river, seas, and streets. Even Indonesia throws away more than 10.000 tons of trash every day. The question is how we can create healthy environment if there are trash every where? This means we need to make society realize how important to stop littering. The crisis of awareness of Indonesia society leads us to introduce trash tax.

Read More