Wi-Fi di Warkop Cyber

Wi-Fi di Banda Aceh sudah terdapat dimana-mana, terutama di warung-warung kopi yang memang banyak teradapat di Aceh. Hanya dengan membeli secangkir kopi di warung kopi, maka kita dapat menikmati internet gratis hanya dengan bermodalkan laptop tentunya. Wi-Fi sudah sangat banyak pengunaannya dalam kehidupan baik dalam ruang lingkup yang baik maupun buruk. Dan pada saat ini kita akan membahas tentang Wi-Fi di warung kopi yang lebih banyak penggunaan dalam ruang lingkup yang buruk. Jadi, apakah Wi-Fi di warung kopi diperlukan? Mari kita simak pembahasannya.
AMAZING_WESTLIFE

Wi-Fi di warung kopi secara umum memang memiliki manfaat, tapi banyak hal yang dapat mendorong terjadinya hal-hal yang buruk, misalnya bolos sekolah, keributan antara penjual dan pembeli, serta mempengaruhi psikologi anak dan orangtua. Mungkin kita sudah sering mendengar Wi-Fi menyebabkan siswa bolos sekolah karena sibuk seharian di warung kopi, surfing, bermain game di internet. Yang memang mengasyikkan dan membuat lupa waktu karena gratis (beli secangkir kopi, internet dua sampai tiga jam gratis).
Keributan antara penjual dan pembeli dapat terjadi jika Wi-Fi yang ada dipakai seenaknya. Dalam kasus ini, yang pertama adalah ketika pelanggan menggunakan IDM pada saat men-download sesuatu dari internet. IDM (Internet Download Manager) berfungsi untuk memaksimalkan kecepatan internet untuk men-download sesuatu dengan cara mengambil sebagian besar arus internet. Arus ini difokuskan hanya untuk men-download saja dan hal ini menyebabkan terganggunya kegiatan surfing internet karena kecepatan internet yang menurun drastis. Dan jika hal ini digunakan di warung kopi yang bukan hanya satu orang yang memakai layanan Wi-Fi, apa yang akan terjadi? Seseorang yang sedang menggunakan internet akan menggerutu pada pemilik toko, menanyakan alasan mengapa internetnya tiba-tiba lambat. Pemilik toko akan merasa heran dan mengecek melalui komputer servernya. Ketika pemilik toko sudah tahu permasalahannya, ia akan menjumpai pengguna IDM dan memperingatinya, ataupun, ia akan marah-marah yang ujung-ujungnya terjadi keributan di warung kopi. Keributan ini pun akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengunjung lain. Pengunjung yang merasa terganggu akan pulang dan hal ini akan berdampak pada berkurangnya keuntungan yang didapat oleh si penjual tersebut.
Keributan yang kedua akan terjadi jika penjual marah karena pelanggan tidak membeli apa-apa, tetapi memanfaatkan Wi-Fi di warung kopi sesuka hati. Hal ini juga akan berujung pada keributan yang menyebabkan kerugian pada kedua belah pihak. Pelanggan tidak dapat menikmati pelayanan yang baik, sedangkan pemilik toko merasa dirugikan atas pelanggan yang berlaku seenaknya.

Psikologi anak muda Banda Aceh sekarang tidak hanya dipengaruhi oleh pergaulan saja, tetapi lingkungan juga, termasuk warung kopi. Bisa anda bayangkan anak muda yang setiap hari pulang ke rumahnya pada malam hari, alasannya banyak, mungkin mencari bahan di warung kopi karena internetnya lebih murah, tapi, dia bisa saja mencari hal-hal ‘buruk’ di internet yang menyebabkan rusaknya pola pikir remaja masa kini. Memang secara umum hal-hal ‘buruk’ itu terdapat di internet, tapi jika kita membiarkan Wi-Fi di warung kopi, sama artinya kita membuka kesempatan lebih luas bagi para remaja untuk melakukan hal-hal yang tidak baik. Selain hal-hal ‘buruk’ yang dapat mengubah pola pikir, keinginan membolos, pemicu keributan, ada juga hal yang berpengaruh terhadap orang tua.
Orang tua tidak ingin anaknya terjerumus dalam hal-hal buruk. Hal ini menyebabkan kemungkinan terjadinya ‘paranoid’ dan pertentangan dalam rumah tangga. Orang tua yang memiliki anak yang selalu pulang pada malam hari tanpa ada alasan yang jelas, akan lebih protektif karena orang tua semakin lama, semakin khawatir dan hal ini menyebabkan terjadinya paranoid orang tua terhadap anaknya. Orang tua akan menguhubungi anaknya setiap jam, atau mungkin, orang tua tidak mengijinkan anaknya pergi dengan teman-temannya, bahkan ada juga orang tua yang tidak tenang jika anaknya sudah pergi dari rumah.
Hal-hal ini dapat menyebabkan kekesalan pada sang anak yang merasa diperlakukan secara berlebihan. Dan berujung pada pertengkaran dalam rumah tangga. Dan hal ini dapat terjadi bukan hanya karena pengaruh pergaulan, tetapi bisa juga terjadi karena pengaruh Wi-Fi gratis yang membuat sang anak ketagihan dan tak ingin melepaskannya. Wi-Fi gratis memang tak hanya terdapat di warung kopi, ada juga yang terdapat di sekolah, perpustakaan, taman, dan tempat-tempat lainnya. Tapi warung kopi adalah tempat yang paling memiliki dampak buruk karena di situ adalah tempat ‘nongkrong’nya anak muda dan hal ini secara tidak langsung dapat mempengaruhi psikologi remaja. Karena faktor eksternalnya sudah lengkap, yaitu pergaulan dan internet. Maka dari itu, sebaiknya, warung kopi tidak perlu menyediakan Wi-Fi gratis bagi pelanggannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s