The Power of Habit : Why We Do What We Do in Life and Business by Charles Duhigg

Resume The Power of Habit : Why We Do What We Do in Life and Business by Charles Duhigg

KEBIASAAN INDIVIDUAL

The Habit Loop (Siklus Kebiasaan)

  1. Bagaimana Kebiasaan Bekerja

Kebiasaan dapat terbentuk karena otak makhluk hidup mampu menyimpan memori. Otak dapat dibagi ke dalam beberapa lapisan-seperti bawang. Lapisan terluar mampu memroses informasi baru yang masih sulit dimengerti. Lapisan luar otak dapat dikatakan adalah lapisan yang menyimpan sesuatu yang baru dan lapisan luar otak juga lapisan yang paling muda dari seluruh bagian otak. Lapisan dalam otak adalah lapisan yang lebih tua-yang berkembang pertama kali saat bayi dalam kandungan. Lapisan ini tidak dapat memroses informasi baru dengan baik, namun Lapisan ini dapat menyimpannya dalam bentuk pola. Jadi, saat kita menerima informasi baru, cara mengendarai mobil misalnya, otak bagian dalam akan menyimpannya sebagai pola. Saat kita belajar mengendarai mobil dan terus berlatih, maka cara mengendarai mobil yang kita ulang berkali-kali akan disimpan polanya oleh otak bagian dalam tersebut atau lebih spesifiknya lagi bagian otak itu adalah basal ganglia. Karena telah disimpan, maka lama kelamaan otak yang semula beraktifitas tinggi saat belajar mobil, akan mengurangi aktifitasnya saat kita mengendarai mobil karena pola yang sudah diterima ini. Inilah yang disebut pola kebiasaan, bagaimana cara kebiasaan bekerja. Namun, tersimpannya pola, bukan berarti otak akan terus-menerus mengikuti pola tanpa melihat apakah ada bahaya atau tidak. Karena itu, walaupun kita menyetir mobil di jalan yang sama berkali-kali, tetap ada awareness dari kita karena kendaraan yang lewat disana pasti juga berbeda-beda tiap harinya. Awareness inilah yang menyebabkan kita terhindar dari kecelakaan mobil. Jika otak kita hanya berpaku pada kebiasaan saat jalan sepi, maka pastilah setelah mahir mengendarai mobil kita akan tetap terkena kecelakaan setiap harinya.

Intinya, kebiasaan yang sudah tersimpan di dalam basal ganglia akan bekerja apabila ada pemicu dan reward setelah melakukan kebiasaan tersebut. Pada saat akan mengendarai mobil, otak akan secara otomatis mememrintahkan kaki untuk menginjak rem terlebih dahulu sebelum menghidupkan mesin. Kebiasaan ini secara tidak kita sadari akan muncul ke permukaan ketika kita berpikir ‘akan mengendarai mobil’. Pemikiran inilah yang menjadi pemicu kebiasaan. Sedangkan reward-nya adalah saat kita sampai di tempat tujuan dengan cepat dan selamat.

Kebiasaan memang menguntungkan, namun sayangnya, pola yang disimpan oleh basal ganglia tidak mengenal baik ataupun buruknya. Bisa saja kebiasaan yang disimpan buruk dan untuk menghilangkannya perlu waktu, tekad, dan latihan.

The Craving Brain (Otak yang Mengidam)

  1. Bagaimana Menciptakan Kebiasaan Baru

Salah satu contoh nyata kebiasaan baru yang tercipta adalah menyikat gigi. Hopkins, seorang pengusaha perusahaan periklanan yang sedang naik daun. Banyak produk yang diiklankan Hopkins laku terjual. Saat itu, ada seorang temannya yang menciptakan produk baru- sebuah pasta gigi yang bermerk pepsodent, datang kepadanya dan meminta Hopkins untuk mengiklankan pepsodent. Saat itu Hopkins menolak, karena pasta gigi sebenarnya bukanlah terobosan baru, sudah ada perusahaan-perusahaan pasta gigi sebelum pepsodent yang muncul sebelumnya dan mengiklankan produk pasta gigi juga. Namun, karena menyikat gigi bukan kebiasaan dan masih dianggap tidak perlu, penjualan pasta gigi tidak pernah menguntungkan, semua perusahaan tersebut bangkrut. Atas dasar itulah Hopkins menolak permintaan temannya itu.

Namun, teman Hopkins yang menciptakan pepsodent tidak pantang menyerah dan datang pada Hopkins berkali-kali sampai akhirnya Hopkins menerima permintaannya.

Hopkins menjadi salah satu perusahaan periklanan terbaik pada saat itu karena dia berpikir dengan suatu pola dalam membuat iklan, yaitu menciptakan kebiasaan baru harus ada pemicu dan reward setelah kebiasaan tersebut dijalankan.

Hopkins mencari pemicu apa yang dapat menjadikan sikat gigi suatu kebiasaan di Amerika yang pada saat itu, meskipun tingkat kesehatan gigi masyarakatnya sangat rendah, tetap saja sangat sedikit masyarakat yang mau menggosok gigi. Hopkins mengiklankan pasta giginya dengan berfokus pada lapisan tipis pada gigi-yang pada iklannya dikatakan sebagai lapisan yang membuat gigi terlihat kuning. Dengan menjadikan hal ini sebagai pemicu, Hopkins menawarkan menyikat gigi sebagai kebiasaan dan reward-nya adalah senyum menawan dengan gigi yang putih.

Beberapa minggu setelah iklan Hopkins diluncurkan, permintaan pepsodent dipasaran meningkat pesat. Pepsodent menjadi pasta gigi pertama di Amerika yang mampu menanamkan kebiasaan baru bagi masyarakat melalui promosi dan produknya.

Tanpa Hopkins sadari, ia tidak hanya menggunakan prinsip pemicu dan reward dalam memasarkan pepsodent. Ada satu hal yang paling penting yang diterapkan tanpa Hopkins sadari di sini. Hopkins membuat orang-orang mengidam-craving apa yang diiklankannya. Pepsodent berbeda dengan pasta gigi biasa pada saat itu. Memang ada iklan yang mengatakan pepsodent dapat menghilangkan lapisan penyabab gigi tidak bersih, namun pepsodent juga menggunakan bahan yang memberikan sensasi dingin menyegarkan di mulut setelah menggosok gigi. Sensasi ini lah yang membuat orang-orang yang menggunakannya percaya bahwa pepsodent membuat gigi menjadi bersih, walaupun sebenarnya bukan sesnsasi itu yang menyebabkan gigi menjadi bersih. Pepsodent membuat orang-orang menginginkan sensasi tersebut setelah menggosok gigi. Menggosok gigi tanpa sensasi menyegarkan berarti sama saja seperti tidak menggosok gigi. Inilah yang membuiat orang-orang ingin terus menggosok gigi dengan menggunakan pepsodent.

The Golden Rule of Habit Change (Aturan Emas dalam Mengubah Kebiasaan)

  1. Kenapa Perubahan Terjadi

Kebanyakan kebiasaan tidak dapat dihilangkan begitu saja. Sekalipun kita sudah lama tidak melakukan suatu kebiasaan, ketika pada lingkungan terdapat pemicu yang tepat, maka kebiasaan lama tanpa kita sadari akan muncul kembali ke permukaan. Banyak kebiasaan buruk yang sudah kita lakukan tidak dapat kita hilangkan, salah satu cara efektif menghilangkannya adalah dengan menggantinya dengan kebiasaan baru yang baik. Inilah mengapa perubahan kebiasaan lebih dimungkinkan terjadi daripada penghilangan kebiasaan. Ada satu aturan penting yang dapat menaikkan kemungkinan kebiasaan dapat berubah. Untuk mengubah kebiasaan, gantilah rutinitas yang kita lakukan, sedangkan untuk pemicu dan reward-nya biarkan tetap. Hal ini dapat menjamin perubahan karena pemicu dapat datang kapan pun dan di mana pun, sehingga akan sulit untuk menghilangkannya, sedangkan otak sudah kecanduan dengan reward yang akan di dapat setelahnya sehingga akan sulit juga untuk mengubah reward. Karena itu, ubahlah rutinitas anda jika ingin mengubah kebiasaan buruk anda.

Oleh : Salsabila Ahmadi

Selamat membaca bukunya~

Ini ada link free e-book nya: http://www.goyou.co.vu/uploads/2/5/4/4/25440776/the-power-of-habit.pdf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s